Tampilkan postingan dengan label yamaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yamaha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 April 2012

Yamaha Jupiter Z: METODE AGAR MESIN BANTER,KENCENG


Kiprah Jupiter Z di road race kelas 110 cc 4-tak seeded tak bisa dipandang remeh. Motor ini telah menggemparkan kejuaraan nasional road rregion II di sirkuit kenjeran Surabaya. Mencetak rekor baru 42,5 detik (best lap). Malah sempat meninggalkan Hendriansyah di race 1 hampir 100 m pada pertengahan lomba. Rahasianya? Mekanik pentolan dari Jakarta membagi tips pinter-nya agar Jupiter makin kencang.


HEAD KOMPRESI TINGGI
Kepala silinder boleh pakai milik Vega, karena ia memiliki sudut klep lebih landai dibandingkan Jupiter. Ruang bakar makin sempit, kompresi lebih maksimal. Kompresi makin menjadi dengan piston hicomp bermerek Yamasida. Keistimewaannya, sudut puncak piston searah dengan klep Vega. Hasilnya, katup tidak mentok seher. Tidak perlu memperdalam cekungan klep piston.
Kepala Silinder  dan Piston Yamashida
KEM VEGA
Adopsi kepala silinder Vega, poros bubungan alias kem mesti pakai Vega juga. Lift ditingkatkan dengan mengiris pantat piston 5 mm! Biar tidak patah, bagian dalam lubang saluran oli disok. Durasi dibikin 240 derajat. Hasilnya, kompresi setinggi langit bisa digapai. Hal ini untuk mengelabui kelemahan tipe mesin langkah panjang Jupiter. Artinya, mesin tidak bisa berputar setinggi Suzuki Shogun. Kelebihannya, torsi dan powernya merata sepanjang putaran.


Noken As dan Per Klep
Tipikal kem seperti ini cocok dengan kruk-as berat semacam Jupiter. Jika pakai kruk-as Vega, hitungannya lain lagi. per klep juga bikinan sendiri, 0,3 mm dari aslinya. Maksudnya, agar saat kem menekan maksimal, per klep tak mentok yang bisa berakibat patah. Untuk itu, pelatuk bagian baut setelan klep dikikis 5 mm. Kalau tidak, baut setelan klep tak bisa berfungsi lantaran jadi terlampau pendek akibat pengikisan kem yang kelewat berani.

Yamaha RX-King: MENGHANDEL GIGI BANDEL


Meski laku berat di pasaran, RX-King juga punya kelemahan. Misalnya, ketika lagi enak ngebut, tiba-tiba gigi tarnsmisi suka bandel alias susah dioper. Gejala ini, menurut informasi seorang mekanik di Jakarta Barat, sudah sejak pertama motor itu dipasarkan. Tenang. Bukan berarti penyakit itu mematikan. Ada obat penawar agar peranti itu jadi enteng. Caranya, setel mekanisme pemindah gigi di bak mesin. Dijamin, hati jadi tentram.

KUALITAS OLI
Sekedar informasi, sistem kerja transmisi motor, khususnya jenis 2-tak, sangat dipengaruhi pelumasan. Begitu juga pada RX-King, sangat tergantung kualitas oli yang baik. Meski begitu, tidak mesti pakai pelumas mahal. Terpenting, harus sesuai spesifikasi pabrik (SAE 10/30 SE atau bisa juga yang lebih kental). Pernah di uji coba, ternyata oli mahal tidak menjamin perseneling jadi enteng. Malah yang biasa, lebih enak dipakai.
Kalau pelumas juga tidak bisa mengatasinya, baru deh pakai cara efektif yang diterapkan mekanis spesialis balap ini. Tekniknya memang ribet, tetapi ketimbang kaki pegel, lebih baik mengikuti caranya. Sekarang, ikuti langkah-langkah seperti di bawah ini. Sebelumnya, sediakan alat kerja obeng ketok, kunci ring 17 mm, obeng kembang, kunci T-10, sok 19 mm, dan kunci penahan daya (flywheel holding tool)

Selanjutnya, buka tutup oli yang berada di bawah bak mesin. Gunakan kunci ring 17 mm. Tampung oli transmisi di wadah yang sudah disediakan. Bila tetesan oli sudah habis, lanjutkan membuka tutup rumah oli. Caranya kendurkan 3 pengikut sekrup pengikat pakai obeng kembang. Kalu keras, manfaatkan obeng kembang ketok (gambar 1). Lalu, lepaskan juga tutup bak mesin (crankcase).

Gunakan obeng kembang, ketok lagi untuk meloloskan tujuh sekrup penguncinya. Kalau sudah, tarik bak mesin itu perlahan, agar pakingnya tak koyak. Itu artinya : anda bisa menghemat biaya kan? Sekarang, lanjutkan membuka rumah kopling. Kendurkan dulu 4 baut pengunci pelat pengangkat / penutup rumah kopling dengan obeng kembang. Agar mudah, gunakan kunci sok atau T-10 (gambar 2). Cabut penutupnya dengan tangan, berikut kampasnya.


Lalu, kendurkan baut rumah kopling pakai kunci sok 19 mm. Agar tidak ikut berputar, manfaatkan kunci penahan roda daya (flywheel holding tool)(gambar 3).


Jika tidak punya alat ini, ada cara lain. Masukkan perseneling pada gigi 1, sambil menginjak rem belakang. baru kemudian kendurkan baut. Setelah rumah kopling dibuka, akan terlihat setelan mekanisme pemindah gigi. Untuk menyetelnya, gunakan obeng minus dan kunci ring 14 mm sebagai penahan. Putar sekrup pengatur ke arah kiri atau kanan (gambar 4).


Jangan lupa, untuk mendapatkan setelan yang pas, sambil memainkan tuas pemindah gigi apaki kaki. Bisa juga menggerakkan pakai tangan pada pengungkit tuas perseneling yang ada di bak mesin. kalu sudah oke, berarti sudah hampir selesai. Terakhir, rangaki kembali komponen yang sudah dilepas tadi. Langkahnya, kebalikan waktu membuka. Kalau pakingnya masih bagus, itu bisa dipakai lagi dengan bantuan lem. 

Test Silinder Head V-Ixion BRT, Setara Knalpot Racing




Head bikinan BRT ini, mengaplikasi diameter payung klep lebih besar dari kondisi standar. Jika valve original V-ixion punya ukuran diameter 19 mm (in) dan 17 mm (ex), maka head pengganti memiliki diameter klep 21 mm (in) dan 19 mm (ex). Jadi, ada peningkatan diameter 2 mm di tiap katup masuk dan buang.

Head BRT diukur flowbench untuk tahu aliran gas bakarnya lebih dulu. Di lubang in, didapat 124,8 cfm (cubic feet per minute) dan ex 108,6 cfm. Hasil ini berkat proses porting dan korek.

Diameter klep lebih besar 2mm

"Sebelum melakukan pemasangan head, baiknya diukur lebih dulu ketinggian batang katup dari bos klepnya dibandingkan dengan standar pabrikan. Kalau lebih tinggi, baiknya per klep ganjal ring setebal 1,8 mm. Tapi, itu tergantung ketinggiannya juga,” kata Tomy Huang, selaku owner BRT yang bermarkas di Cibinong, Jawa Barat itu.

Usai tahu wejangan alias anjuran yang disarankan pembuat head, kini waktunya uji coba. Tentunya agar hasil pengetesan lebih akurat, pengujian dilakukan di atas mesin dyno. Sekalian, meminjam Dynojet milik produsen yang juga terkenal dengan CDI BRT itu.

Ketika aplikasi head standar, didapat power maksimal di 15,34 dk/ 8.600 rpm. Sedang torsi, 10,02 Nm/ 8.000 rpm. Usai ketahui power dari pacuan standar untuk patokan awal, dilanjut dengan memasang head bolt on BRT. Tapi, sebelum dipasang, ketinggian batang klep diukur ulang.

Diukur dari bos klep, batang klep head milik BRT memiliki ketinggian in 38,5 mm dan klep ex 39 mm. Sedangkan di head standar, klep isap dan buang punya ketinggian sama. Yaitu, 39 mm. Jadi dengan batas toleransi yang masih 0,5 mm, tidak perlu ganjal ring lagi.

Setelah pemasangan head, V-ixion kembali naik ke atas dyno. Usai beberapa kali running, power maksimal naik menjadi 15,87 dk/8.800 rpm. Itu artinya ada peningkatan 0,53 dk. Memang, torsi sedikit turun. Tapi, turunnya kecil sekali. Hanya 0,09 Nm. Ya, torsi maksimal bermain di 9,93 Nm/ 7.500. Eit, nanti dulu. Meski torsi turun, tapi buat capai torsi maksimal justru lebih cepat 500 rpm dari kepala silinder standar tuh.

Jika dilihat dari hasil yang didapat, setidaknya kenaikan power ini sama seperti ketika melakukan penggantian knalpot. Setidaknya jika ditambah aplikasi knalpot free flow, power bisa lebih naik lagi hingga di atas 1 dk. Malah lebih bagus lagi diikuti seting main-jet dan pilot-jet sesuai kebutuhan. Tapi sayang, di V-ixion kan tak bisa dilakukan.

Injeksi, cuy! (motorplus-online.com)

Hanya pakai knalpot standar, power naik 0,5 dk