Tampilkan postingan dengan label yamaha vixion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yamaha vixion. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Tips Mesin

Atasi Yamaha V-Ixion Susah Pindah Gigi

Pengguna Yamaha V-ixion seringkali merasakan saat memindahkan gigi kadang gampang kadang susah. Gigi seperti nyangkut. Kenapa ya? Tolong dibantu ya? Prok..prok..prok.

Menurut Afandi yang bukan tukang sulap, tapi juragan Afandi Motor Sport (Afmos), hal ini diakibatkan panas yang ditimbulkan pada kampas kopling. Selama motor bergerak atau motor dipakai di jalanan menanjak dan macet terlalu lama bikin kampas panas dan mengembang sehingga. Sehingga agak menebal.

Karena menebal, kopling tidak bisa membuka secara leluasa ketika tuasnya ditarik. Sehingga seperti ada hambatan. Ketika tuas kopling ditarik, harusnya kopling terbuka, gigi bisa dige­rakkan. Tapi, akibat mengembang, jadi mengganggu ketika tuas ditarik. Akibatnya pindah gigi terasa susah.

Padahal pada kondisi dingin, tuas bisa dipakai seperti biasa. Pindah gigi enggak ada masalah. Tetap lancar jaya tapi bukan bis Maju Lancar. Dulu bis ini sponsor balap. Sekarang kemana ya?

Sebenarnya untuk menyelesaikan persoalan ini gampang banget. "Cukup setelan koplingnya digeser," anjur Afandi yang punya bengkel di Jl. Ciledug Raya No. 58 B, Ciledug, Jakarta Selatan.

Untuk penyetelan kopling bisa dilakukan dengan 2 cara. Yaitu dari bagian atas kabel kopling atau dari bagian ujung bawahnya kabel kopling.

Cara pertama, lewat bagian atas kabel kopling yang menghubungkan dengan tuas. Cukup mundurin jarak main tuas, dengan memutar penguncinya sampai jarak main handel maksimal. Karena jarak main hendel yang terlalu banyak jadi salah satu faktor penyebab.  Mundurin secukupnya, lalu kencangkan kembali kuncinya biar nggak geser-geser lagi (gbr. 1).

Bisa juga dengan cara kedua yaitu melalui ujung bawah kabel kopling. "Perlu pakai kunci 12. Lalu putar penguncinya pakai kunci 12. Renggangkan setelan tuas koplingnya. Coba dulu tarik-tarik tuas kopling. Kalu sudah pas, kencangkan kembali penguncinya (gbr. 2)," tambah Afandi.

Tapi, kalau dua cara itu enggak bisa mengatasi masalah, mesti waspada. Cek kampas koplingnya. Karena kemungkinan kampas kopling aus dan harus segera diganti. Penyakit seperti ini menurut Afandi tidak hanya pada V-ixion. (motorplus-online.com) 
Penulis : Tining | Teks Editor : KR15 | Foto : Lomo

Kamis, 26 April 2012

Test Silinder Head V-Ixion BRT, Setara Knalpot Racing




Head bikinan BRT ini, mengaplikasi diameter payung klep lebih besar dari kondisi standar. Jika valve original V-ixion punya ukuran diameter 19 mm (in) dan 17 mm (ex), maka head pengganti memiliki diameter klep 21 mm (in) dan 19 mm (ex). Jadi, ada peningkatan diameter 2 mm di tiap katup masuk dan buang.

Head BRT diukur flowbench untuk tahu aliran gas bakarnya lebih dulu. Di lubang in, didapat 124,8 cfm (cubic feet per minute) dan ex 108,6 cfm. Hasil ini berkat proses porting dan korek.

Diameter klep lebih besar 2mm

"Sebelum melakukan pemasangan head, baiknya diukur lebih dulu ketinggian batang katup dari bos klepnya dibandingkan dengan standar pabrikan. Kalau lebih tinggi, baiknya per klep ganjal ring setebal 1,8 mm. Tapi, itu tergantung ketinggiannya juga,” kata Tomy Huang, selaku owner BRT yang bermarkas di Cibinong, Jawa Barat itu.

Usai tahu wejangan alias anjuran yang disarankan pembuat head, kini waktunya uji coba. Tentunya agar hasil pengetesan lebih akurat, pengujian dilakukan di atas mesin dyno. Sekalian, meminjam Dynojet milik produsen yang juga terkenal dengan CDI BRT itu.

Ketika aplikasi head standar, didapat power maksimal di 15,34 dk/ 8.600 rpm. Sedang torsi, 10,02 Nm/ 8.000 rpm. Usai ketahui power dari pacuan standar untuk patokan awal, dilanjut dengan memasang head bolt on BRT. Tapi, sebelum dipasang, ketinggian batang klep diukur ulang.

Diukur dari bos klep, batang klep head milik BRT memiliki ketinggian in 38,5 mm dan klep ex 39 mm. Sedangkan di head standar, klep isap dan buang punya ketinggian sama. Yaitu, 39 mm. Jadi dengan batas toleransi yang masih 0,5 mm, tidak perlu ganjal ring lagi.

Setelah pemasangan head, V-ixion kembali naik ke atas dyno. Usai beberapa kali running, power maksimal naik menjadi 15,87 dk/8.800 rpm. Itu artinya ada peningkatan 0,53 dk. Memang, torsi sedikit turun. Tapi, turunnya kecil sekali. Hanya 0,09 Nm. Ya, torsi maksimal bermain di 9,93 Nm/ 7.500. Eit, nanti dulu. Meski torsi turun, tapi buat capai torsi maksimal justru lebih cepat 500 rpm dari kepala silinder standar tuh.

Jika dilihat dari hasil yang didapat, setidaknya kenaikan power ini sama seperti ketika melakukan penggantian knalpot. Setidaknya jika ditambah aplikasi knalpot free flow, power bisa lebih naik lagi hingga di atas 1 dk. Malah lebih bagus lagi diikuti seting main-jet dan pilot-jet sesuai kebutuhan. Tapi sayang, di V-ixion kan tak bisa dilakukan.

Injeksi, cuy! (motorplus-online.com)

Hanya pakai knalpot standar, power naik 0,5 dk